GURU HONOR DITIPU AKAN DIANGKAT MENJADI CPNS

 

Lombok Barat, 10/10 (ANTARA) – Tiga orang guru honor di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, ditipu oleh oknum yang menjanjikan mereka bisa diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Barat Sandra Khaldun, di Gerung, Senin, mengatakan tiga korban penipuan akan diangkat menjadi calon PNS itu adalah Dianita Wahyuni guru SDN Jatisela, Ratna Wahyuningsih guru SDN 1 Kuripan dan Munzirin guru SDN 3 Kekait. “Ketiga guru honor itu mengaku telah mentransfer uang melalui dua rekening bank berbeda pada awal Oktober 2011. Uang yang sudah diterima oknum tersebut mencapai jutaan rupiah,” katanya. Setelah menerima uang, kata Sandra, oknum yang tidak jelas identitasnya itu kemudian memerintahkan agar ketiga guru tersebut mendatangi Kantor BKD Lombok Barat untuk melengkapi persyaratan administrasi. “Jadi para guru itu ke BKD tidak melapor, tetapi menindaklanjuti perintah oknum tersebut karena setelah mentransfer uang, oknum meminta mereka datang ke BKD untuk pemberkasan. Setelah di BKD baru mereka kaget ketika mengetahui yang sebenarnya,” ujarnya. Ia menjelaskan, kronologi penipuan berawal dari pemberitaan media yang menyebutkan jika pemerintah pada 2011 memberlakukan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pemerintah Kabupaten Lombok Barat ke depan akan fokus pada pengangkatan honorer daerah kategori I yang rencananya diangkat pada 2011 serta kategori II pada 2012 dan 2013. Pemberitaan media itu dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menipu para tenaga honor dengan mengaku sebagai Kepala BKD dan Sekretaris BKD Lombok Barat untuk meyakinkan korbannya. “Pelaku menelepon para korbannya dan mengaku sebagai Kepala BKD atau Sekretaris BKD Lombok Barat. Oknum itu menjanjikan tenaga honor akan diangkat sebagai CPNS dan saat ini tengah melakukan lobi di Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta,” ujarnya. Sandra mengatakan, sejumlah tenaga honor daerah juga mengaku telah ditelpon oknum yang diduga menipu tersebut, namun beruntung mereka belum sampai mentransfer uang karena langsung mengklarifikasi kabar itu ke BKD. Untuk menghindari lebih banyak korban, kata dia, pihaknya sudah bersurat ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Lombok Barat yang intinya mewaspadai tindak penipuan berkedok pengangkatan tenaga honor sebagai CPNS. Ia juga melampirkan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur pengangkatan honorer kategori I dan II belum ke luar, sehingga Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum bisa memastikan pengangkatan para honorer daerah menjadi CPNS. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga tidak pernah meminta pungutan uang untuk pengangkatan tenaga honor daerah dan semua pihak diminta tidak mudah percaya dengan bujuk rayu oknum yang tidak jelas identitasnya. “Kami juga menginformasikan lewat media agar kejadian itu bisa diketahui para tenaga honor daerah dan masyarakat umum sehingga tidak tertipu,” kata Sandra. Dugaan penipuan tersebut juga sudah dilaporkan ke Polres Lombok Barat pada Jumat (7/10) untuk mengungkap siapa dalang dari aksi penipuan itu. (*)

Iklan