Archive for Oktober, 2011


Belajar Mengemudi May 16, 2008 armie Leave a comment Go to comments Kira2 sudah seminggu ini istri belajar (lagi) mengemudi mobil setelah beberapa tahun yang lalu pernah kursus. Tidak tanggung2, kursus mengemudi intensif 😉 . Bayangkan, dimulai setelah sholat shubuh, kira2 setengah jam keliling2 komplek tempat kami tinggal, hingga sorenya setelah pulang kerja mengikuti kursus mengemudi dengan seorang instruktur. Niat saya adalah istri bisa mengemudi sendiri. Tidak masalah mobil nabrak2 dikit sehingga timbul baret2 kecil, tapi hasil dan target akhirnya tercapai. O ya, berikut adalah tips2 belajar mengemudi yang disarikan dari http://bima.ipb.ac.id/~anita/kursus_stir_mobil.htm. Mudah2an bermanfaat, terutama buat saya pribadi sebagai instruktur kursus mobil dadakan 🙂

Urutan pedal :

Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya),

Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian)

Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan 5) Injak kopling habis, pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis, pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2 Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur. Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2, sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling, atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengangkat gas saja Jika melalui polisi tidur 1) Angkat gas, tempel pedal rem 2) Injak kopling habis, pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2, mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku, biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi, Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem, atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas Berhentikan mobil: 1) Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 2) Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku 3) Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan 1) Jika mobil melaju terlalu cepat, tempel gas 2) Injak kopling habis 3) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan), dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil, lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). Jika jalur sudah bebas hambatan, angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) 5) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti, bisa merusak komponen mobilnya nanti) lihat jalur apakah bebas atau tidak – Jika jalur aman, jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap), kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku – Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) – Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) 6) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus, segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap – Jika mobil sudah lurus, tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas), angkat kopling perlahan, jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1, 2, dan 3 saja jika berada di dalam kota) Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2, rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan – Jika jalan menanjak, bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit – Jika mobil sedah bergerak stabil, angkat kaki dari kopling, jalankan mobil hanya dengan gas saja Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalananmacet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2, rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan Jika jalan menanjak, bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit Jika mobil didepan berhenti di tanjakan , injak kopling habis, injak rem Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan , angkat kopling perlahan, rasakan sampai mobil bergetar (agar mobil tidak mundur ketika melapas rem), baru lepaskan rem, tempel gas Jika mobil di depan berhenti lama, injak rem, injak kopling, pindahkan gigi ke gigi 0, angkat rem tangan, angkat kaki dari kopling. Jika mobil di depan mulai bergerak maju, injak habis kopling, tekan rem tangan, injak pedal rem, masukkan gigi ke gigi 1, angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur), tempel gas Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan, MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhenti, MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali, MOBIL BERJALAN) Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat kopling sekuku Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2, rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan Jika mobil di depan berhenti tiba2, injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas. Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit, injak kopling habis, lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan, angkat kopling sekuku, injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan). Jika mobil di depan berhenti lama, injak rem, injak kopling, pindahkan gigi ke gigi 0, angkat rem tangan, angkat kaki dari kopling. Jika mobil di depan mulai bergerak maju, injak habis kopling, tekan rem tangan, masukkan gigi ke gigi 1, angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas Macet di jalan turunan 1) Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis, pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan, atau injak kopling dan tempel rem Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem, rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 3) Angkat rem tangan Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R, angkat gas, tempel rem 2) Injak kopling, angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas, maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak Parkir maju 1) Lewati mobil badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan – berhenti – jalan – berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku, tahan, lalu angkat lagi kopling sekuku, tahan 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling. Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10)Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11)Jika kira2 mobil sudah masuk, luruskan mobil dengan cara injak kopling 12)Putar balik stir 2 x ke kiri 13)Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir Jika ingin parkir tepat di pinggir maka mobil dibelokkan kurang sedikit pantat mobil dari ujung jalan (lebihkurang sebesar 1 x badan manusia) Jika ingin parkir agak ke tengah (jika tempat parkir agak besar) maka start mobil di belokkan pas di ujung jalan belokan itu 14)Injak kopling 15)Tempel rem 16)Pindahkan gigi ke gigi 0 17)Angkat rem tangan 18)Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19)Matikan AC, copot sealt belt, matikan mesin mobil, ambil kunci dan simpan, gembok stir mobil, buka pintu Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil, maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit, jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agar lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling, pindahkan ke gigi R, angkat kopling sekuku tahan, angkat lagi sekuku tahan, injak sekuku tahan, begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh ditekan terus tapi harus dengan pola angkat, injak, angkat, injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1, 2, 3 untuk jalan lambat dan tanjakan Gigi 4,5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) kopling berguna untuk jalan menanjak, macet, belok, start awal berjalan, mundur, belok/memutar mobil, dan parkir 11)Gigi 3 untuk jalan raya besar 12)Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit TIPS : 1) Bagian mobil yang tidak boleh kena air ketika mencuci mobil: tempat busi, dan tempat injection 2) Mesin hendaknya dibersihkan dengan minyak tanah jangan dengan air, karena mesin cepat karatan jika kena air 3) Jika mengganti oli minta dibersihkan juga: busi, saringan udara minta disemprot sebab saingan udara yang kotor berpengaruh terhadap pemakaian bahan bakar 4) Sampai jalan 50.000 km mobil baru masih aman karena service masih ditanggung dealer 5) Jika stir ngebuang maka harus di balanching dan di spooring 6) Seminggu sekali sebaiknya ganti air aki 7) Tune up jangan terlalu sering 8) Saringan bensin dibersihkan dengan ditiup agar tidak cepat kotor 9) Bensin jangan dibiarkan sampai habis karena kotoran bisa naik 10)Mencuci mobil jangan memakai rinso tapi pakailah shampoo mobil 11)Setelah jalan 75.000 km biasanya ban harus diganti 12)Jangan terlalu banyak main setengah kopling jika lampu merah pakai rem tangan saja karena dapat membuat mesin panas. Sebab bisa membuat kanvas kopling tipis sehingga mobil akan terasa kurang tenaga meskipun sebenarnya mesin baik2 saja. Output mesin akan terbuang sia2 karena salah satu penyalurnya tidak berfungsi dengan baik. Jika penipisan pada kanvas kopling sudah amat parah maka mobil tidak bisa melaju sama sekali. Fungsi kopling adalah meneruskan tenaga dari mesin ke persneling (tansmisi) Menginjak kopling setengah memang perlu sebagai penyeimbang agar mesin mobil tidak mati saat di-rem atau waktu pertama kali kendaraan melaju. Cuma, seharusnya jangan terlalu lama dan jangan terlalu sering. Satu lagi, begitu selesai perpindahan gigi, langsung lepas pedal kopling. Yang sulit dihindari adalah saat jalanan macet. Kebanyakan pengendara lebih memilih menginjak pedal kopling setengah ketimbang cara lain. Salah satu cara yang kami sarankan adalah melaju perlahan dengan gigi satu. Andai pun terpaksa harus berhenti karena antrian mobil, lebih baik posisikan netral sekaligus dan injak rem. Sehingga, pedal kopling bisa dibebaskan. Ketika kopling diinjak, kaitan antara mesin dan persneling akan terputus sehingga praktis output mesin tidak sampai ke penggerak roda. Digeber-geber pun laju kendaraan tidak akan berubah. Laju roda akan terpengaruh begitu kopling dilepas. Sebab, pada saat pedal kopling dilepas, plat penekan (matahari) akan menekan kanvas sehingga power dari mesin (melalui fly wheel) dapat bergerak menuju persneling. Pada saat kopling ditekan setengah, maka tenaga dari mesin melalui fly wheel yang diteruskan ke persneling pun hanya setengah. Posisi kanvas juga setengah menghubungkan. Posisi inilah yang membuat terjadinya gesekan antara kanvas kopling – fly wheel – matahari. Gesekan-gesekan ini yang akan mempercepat tipisnya kanvas kopling 13)Panaskan mobil tiap hari selama 10 menit

Iklan

Kabupaten Sumbawa ditetapkan berada diposisi pertama Kabupaten dan Kota se NTB dalam memberikan pelayanan publik. Peringkat Kabupaten Sumbawa ini sesuai dengan SK Gubernur NTB Nomor 517 tahun 2011, tentang Penetapan Kabupaten/Kota pemenang Kinerja Pelayanan publik Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Barat.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sumbawa, Wirawan SSI,MSi dalam jumpa persnya pada hari Rabu (12/10) mengatakan dalam penilaian dewan juri, Sumbawa mendapatkan skor tertinggi yakni 755,22 point. Berada dibawahnya Kabupaten Lombok Timur dengan skor 686,22. sementara Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berada diurutan ketiga dengan skor 456,22 point.

Para juara pertama dan kedua, disamping mendapatkan penghargaan dari Gubernur NTB, juga akan diusulkan kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara untuk mendapatkan penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara.

Ada banyak aspek yang dinilai sehingga Kabupaten Sumbawa mendapat peringkat pertama, diantaranya menyangkut kebijakan deregulasi dan debirokratisasi pelayanan publik.

Pada aspek tersebut, Kabupaten Sumbawa dianggap memiliki mekanisme pelayanan yang sederhana kemudian sudah memberikan pelayanan terpadu satu pintu, serta dinilai sudah memiliki standar pelayanan publik dan standar operasional prosedur.

Pemda Sumbawa juga dinilai telah mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik. Hal ini tercermin dari beberapa indikator yakni sudah adanya pengaturan mengenai partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik yang mengikutsertakan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Kabupaten Sumbawa sudah dianggap mampu manjalankan pemberian penghargaan dan penerapan sanksi kepada unit atau petugas penyelenggara pelayanan publik.

Dan yang paling penting adalah pemerintah Kabupaten Sumbawa dianggap telah banyak menerima penghargaan dari berbagai kalangan dalam aspek pelayanan publik dan dianggap telah mampu menerapkan dan mengembangkan E-Government yang tercermin dalam penerapan sistem informasi dan memiliki homepage atau situs Kabupaten sendiri yaitu www.sumbawakab.go.id.

Prestasi-prestasi seperti ini akan terus dipertahankan sudah tentu atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak swasta, karena tidak mungkin produk pemerintah dalam memberikan pelayanan dapat berjalan baik tanpa dukungan dari berbagai kalangan.

Menindaklanjuti prestasi yang telah diraih tersebut dengan menjadi juara pertama, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah mempersiapkan diri untuk tingkat nasional, karena tim dari pusat dalam waktu dekat ini akan segera melakukan penilaian. �Kita berharap Kabupaten Sumbawa mendapat juara pertama tingkat nasional,� ujar Wirawan.

Sumber : Gaung.adm

GURU HONOR DITIPU AKAN DIANGKAT MENJADI CPNS

 

Lombok Barat, 10/10 (ANTARA) – Tiga orang guru honor di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, ditipu oleh oknum yang menjanjikan mereka bisa diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Barat Sandra Khaldun, di Gerung, Senin, mengatakan tiga korban penipuan akan diangkat menjadi calon PNS itu adalah Dianita Wahyuni guru SDN Jatisela, Ratna Wahyuningsih guru SDN 1 Kuripan dan Munzirin guru SDN 3 Kekait. “Ketiga guru honor itu mengaku telah mentransfer uang melalui dua rekening bank berbeda pada awal Oktober 2011. Uang yang sudah diterima oknum tersebut mencapai jutaan rupiah,” katanya. Setelah menerima uang, kata Sandra, oknum yang tidak jelas identitasnya itu kemudian memerintahkan agar ketiga guru tersebut mendatangi Kantor BKD Lombok Barat untuk melengkapi persyaratan administrasi. “Jadi para guru itu ke BKD tidak melapor, tetapi menindaklanjuti perintah oknum tersebut karena setelah mentransfer uang, oknum meminta mereka datang ke BKD untuk pemberkasan. Setelah di BKD baru mereka kaget ketika mengetahui yang sebenarnya,” ujarnya. Ia menjelaskan, kronologi penipuan berawal dari pemberitaan media yang menyebutkan jika pemerintah pada 2011 memberlakukan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pemerintah Kabupaten Lombok Barat ke depan akan fokus pada pengangkatan honorer daerah kategori I yang rencananya diangkat pada 2011 serta kategori II pada 2012 dan 2013. Pemberitaan media itu dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menipu para tenaga honor dengan mengaku sebagai Kepala BKD dan Sekretaris BKD Lombok Barat untuk meyakinkan korbannya. “Pelaku menelepon para korbannya dan mengaku sebagai Kepala BKD atau Sekretaris BKD Lombok Barat. Oknum itu menjanjikan tenaga honor akan diangkat sebagai CPNS dan saat ini tengah melakukan lobi di Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta,” ujarnya. Sandra mengatakan, sejumlah tenaga honor daerah juga mengaku telah ditelpon oknum yang diduga menipu tersebut, namun beruntung mereka belum sampai mentransfer uang karena langsung mengklarifikasi kabar itu ke BKD. Untuk menghindari lebih banyak korban, kata dia, pihaknya sudah bersurat ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Lombok Barat yang intinya mewaspadai tindak penipuan berkedok pengangkatan tenaga honor sebagai CPNS. Ia juga melampirkan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur pengangkatan honorer kategori I dan II belum ke luar, sehingga Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum bisa memastikan pengangkatan para honorer daerah menjadi CPNS. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga tidak pernah meminta pungutan uang untuk pengangkatan tenaga honor daerah dan semua pihak diminta tidak mudah percaya dengan bujuk rayu oknum yang tidak jelas identitasnya. “Kami juga menginformasikan lewat media agar kejadian itu bisa diketahui para tenaga honor daerah dan masyarakat umum sehingga tidak tertipu,” kata Sandra. Dugaan penipuan tersebut juga sudah dilaporkan ke Polres Lombok Barat pada Jumat (7/10) untuk mengungkap siapa dalang dari aksi penipuan itu. (*)

Bangunan Asrama Haji Beralih Jadi Kandang Ternak

By redaksi at 5 October, 2011, 9:27 am

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sudah lama bangunan Asrama Haji di Jalan By Pass Simpang Karaci-Lawang Desa tidak difungsikan. Kini bangunan tersebut terbengkalai dan sehari-hari beralih menjadi kandang ternak.
Kondisi ini memprihatinkan, dan selayaknya Pemda Sumbawa berfikir memanfaatkan bangunan tersebut sebelum roboh karena tak terawat.
Dari pantauan Gaung NTB ketika mengikuti kunjungan Komisi III DPRD Sumbawa, banyak pendapat yang mengusulkan asrama haji dialihkan menjadi asrama siswa SMKN 2 Sumbawa yang kebetulan lokasi sekolahnya tepat disamping asrama haji.
Ketua Komisi III, Jamaluddin Afifi SH yang diminta komentarnya soal kondisi asrama haji itu mengaku prihatin. Namun terhadap usulan mengalihkannya menjadi asrama siswa akan dikomunikasikan dengan Komisi IV. “Usulan itu bagus. Kita tinggal rehab. Saya kira tidak habis Rp 200 juta,” tandasnya.

Peluang Usaha Ternak Bebek

Sekilas Peluang Usaha Ternak Bebek

peluang-usaha-ternak-bebek.gifItik / Bebek yang banyak dipelihara masyarakat Indonesia saat ini merupakan Itik / Bebek pendatang yang sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan alam Indonesia, maka disebut Itik / Bebek lokal Indonesia. Pada tahun 1998, populasi Itik / Bebek di Indonesia mengalami penurunan karena sebagian peternak tidak mampu membeli pakan ternak akibat krisis moneter akhir tahun 1997, namun meningkat kembali pada tahun 1999 sehingga pada tahun 2001 populasinya 29.905.705 ekor (Deptan, 2001).

Itik / Bebek lokal Indonesia pada umumnya dipelihara sebagai penghasil telur. Sumbangan telurnya menduduki urutan kedua setelah telur ayam ras (Deptan, 2001). Sampai saat ini pemanfaatannya masih terbatas pada pembuatan telur asin.

Sentra-sentra populasi Itik / Bebek di Indonesia terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Pada daerah tersebut terbentuk kelompok-kelompok tani yang melakukan pengembangan dan pembibitan.

Itik / Bebek lokal Indonesia disebut Indian Runner.Berdasarkan daya adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya, Itik / Bebek mempunyai ciri-ciri luar yang khas yang berbeda pada setiap daerah. Itik / Bebek Tegal (berkembang di Jawa Barat dan Jawa Tengah), bentuk badannya seperti botol, warna bulunya bervariasi dengan paruh dan kaki hitam. Itik / Bebek Magelang (di Magelang Jawa Tengah), pada bagian lehernya terdapat warna putih melingkar seperti kalung. Itik / Bebek Mojosari (di Mojokerto Jawa Tengah), warna bulu kemerahan dengan variasi coklat, hitam, putih, paruh dan kaki berwarna hitam. Itik / Bebek Bali (di Bali dan Lombok), warna bulunya lebih terang, umumnya memiliki jambul. Itik / Bebek Alabio, (dari Amuntai, Kalimantan Selatan), memiliki warna bulu relatif seragam, paruh dan kaki berwarna kuning.

Pada umumnya Itik / Bebek-Itik / Bebek tersebut sebagai penghasil telur dan sudah tidak mempunyai sifat mengeram. Tampaknya dari jenis-jenis Itik / Bebek di atas, Itik / Bebek Mojosari dan Alabio yang lebih unggul. Hal ini terbukti bahwa kedua jenis Itik / Bebek lokal tersebut pada saat ini dijadikan sebagai bahan Itik / Bebek unggul di Indonesia (Itik / Bebek MA).

Pada umumnya pemeliharaan Itik / Bebek dilakukan secara tradisional (ekstensif). Hal ini dilakukan oleh peternak yang Itik / Bebeknya belum terseleksi, terutama di daerah-daerah persawahan atau rawa-rawa. Seleksi dilakukan pada pemeliharaan Itik / Bebek secara semi-intensif atau intensif , dimaksudkan agar produksi telur minimal 60%. Adapun budidaya Itik / Bebek sendiri dapat dikelompokkan menjadi : (1) usaha pembesaran dari umur satu hari sampai 18/22 minggu; (2) usaha produksi telur, dari umur 18/22 minggu sampai diafkir; dan (3) usaha Itik / Bebek dari umur satu hari sampai diafkir.

Hasil budidaya ternak Itik / Bebek petelur terdiri atas hasil utama, sampingan dan limbah. Hasil utama berupa telur, hasil sampingan berupa Itik / Bebek afkir dan bulu dan limbah berupa feses. Produksi telur Itik / Bebek pada tahun 1998 dan 1999 mengalami penurunan masing-masing sebesar 13.6 dan 15.2%, sedangkan setelah tahun 1999 produksi telur Itik / Bebek terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 15% per tahun (Deptan , 2001) dengan kontribusi antara 18 – 33% dari total produksi telur.

Telur Itik / Bebek selain dapat dimanfaatkan dalam bentuk segar, juga dapat diolah menjadi martabak, telur gembung, kerupuk dan telur asin (yang paling popular). Itik / Bebek afkir dapat diolah menjadi gulai Itik / Bebek cabai hijau, bebek goreng, abon, baso, nugget atau olahan lainnya, sedangkan bulu dapat dijadikan bahan pengisi kasur, bantalan kursi, jaket, hiasan dinding, penjepit rambut atau kerajinan tangan lainnya. Feses dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang atau pakan ikan lele/belut.

Penggunaan telur Itik / Bebek sebagai bahan baku telur asin tidak dapat digantikan oleh telur unggas lain. Telur asin yang berkualitas baik adalah yang kuning telurnya masir (berminyak), tetapi putih telurnya tidak terlalu asin. Prospek dan peluang pasarnya masih terbuka luas, karena telur asin dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama daripada telur segar. Telur asin sebenarnya dapat menjadi komoditi ekspor jika telur tersebut bebas Salmonella, proses pembuatannya higienis dan hasilnya berkualitas baik (kuning telur masir tetapi putih telur tidak terlalu asin).

Sentra produksi telur asin sampai saat ini adalah kota Brebes, Jawa Tengah. Jumlah unit usahanya terus berkembang. Pada tahun 1997 terdapat 45 unit usaha, sedang pada tahun 2001 telah menjadi 57 unit usaha. Volume produksi telur asin tiap tahun mengalami kenaikan. Pada tahun 1997 berjumlah 11.410.400 butir dan pada tahun 2001 berjumlah 13.424.000. Omzetnya pada tahun 2002 mencapai lebih dari 12.7 miliar (Republika, 4 September 2002).

Untuk mendirikan usaha ternak Itik / Bebek, diwajibkan untuk memperoleh izin pendirian usaha yang diberikan oleh Gubernur KDH TK 1 untuk skala usaha 15.000-25.000 ekor, dan oleh Dirjen Peternakan untuk skala usaha di atas 25.000 ekor diberikan. Pada skala usaha < 25.000 ekor, tidak perlu mengurus perijinannnya (dianggap usaha rumah tangga).

Lokasi peternakan dianjurkan:

  • cukup jauh dari suara gaduh;
  • tidak terlalu dekat dengan pemukiman;
  • sejuk, tidak terkena langsung sinar matahari atau angin kencang;
  • dekat sumber air;
  • dekat sumber pakan.

Sistem pemeliharaan Itik / Bebek yang ada di masyarakat saat ini adalah ektensif, semi-intensif dan intensif. Bangunan kandang Itik / Bebek tergantung pada sistem pemeliharaannya Pada pemeliharaan semi-intensif/intensif bangunan kandang harus membuat ternak dan peternaknya aman dan nyaman. Jarak kandang anak dengan yang dewasa sekitar 50 m, untuk ruang gerak Itik / Bebek dewasa membutuhkan 0.3-0.5 m2 per ekor, tinggi kandang minimal 2 m, lebar kandang maksimal 8 m, dinding kandang terbuat dari kawat/bilahan bambu, kandang cukup terang, alas mudah dibersihkan dan tanah sekeliling kandang drainasenya baik.

Pemeliharaan secara ekstensif ditandai dengan sebagian besar ternak mencari pakannya sendiri, produksi telurnya rendah (tergantung ketersediaan pakan), dan seleksi Itik / Bebek sulit. Pada pemeliharaan semi-intensif, sepenuhnya atau sebagian besar pakan disediakan peternak, dan pada pemeliharaan intensif pakan sepenuhnya disediakan peternak. Produksi telur dengan pemeliharaan semi-intensif/intensif lebih tinggi dan seleksi Itik / Bebek dapat dilakukan lebih mudah. Jumlah Itik / Bebek yang dipelihara pada sistem ini per kelompok sebaiknya terdiri atas 50-100 ekor.

Keberhasilan usaha ternak Itik / Bebek tergantung pada: bibit, pakan dan manajemen. Bibit Itik / Bebek yang unggul seperti ayam ras, saat ini belum ada Sampai saat ini, di Indonesia, usaha pembibitan ternak Itik / Bebek masih berupa usaha rakyat dengan skala usaha tergantung pada pesanan dan teknologi penetasan sederhana.

Pada usaha pembesaran, peternak dapat memperoleh DOD dari usaha penetasan atau usaha budidaya Itik / Bebek petelur (bibit) atau menetaskan sendiri dari telur induk yang dipelihara peternak yang bersangkutan. Pada usaha produksi telur Itik / Bebek, peternak dapat memperoleh Itik / Bebek dara yang berasal dari usaha pembesaran dan pada industri telur asin, telur segar dapat diperoleh dari usaha produksi telur.

Oleh karena itu setiap tahap pemeliharaan harus selalu diseleksi. DOD harus dipilih yang berkualitas/berpenampilan fisik baik, dipelihara dengan baik dan bertelur pertama pada saat yang tepat. Selama periode produksi juga harus selalu dilakukan seleksi, karena berdasarkan pengalaman, dari sejumlah Itik / Bebek yang dipelihara, yang tingkat produksinya tinggi (di atas 70%) berkisar antara 30-50%. Seleksi dapat dilakukan melalui pengukuran jarak rentang tulang pubis. Bila Itik / Bebek dipelihara dengan tujuan menghasilkan telur tetas, maka diperlukan Itik / Bebek jantan dengan perbandingan satu pejantan untuk 6-10 ekor betina.

Bahan baku ternak Itik / Bebek dapat diperoleh dengan cara memesan terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu dengan pembayaran di muka atau cash and carry. Kondisi bahan baku pada setiap unit usaha tergantung pada tehnik budidaya dan penanganan telur di tingkat pembudidaya, rantai tata niaga dan di industri pembuatan telur asin. Berdasarkan informasi pada bulan Oktober 2002, harga DOD berkisar antara Rp. 3.000 – Rp. 5.000,- per ekor; harga Itik / Bebek dara antara Rp. 26.000 – Rp. 32. 000,- per ekor dan harga telur tik segar antara Rp. 600 – Rp. 750,- per butir.

Pakan menjadi faktor yang sangat penting dalam usaha budidaya Itik / Bebek, karena dalam pemeliharaan secara intensif, biaya pakan dapat mencapai 60-70% dari total biaya produksi (Murtidjo, 1999). Kandungan nutrisi dan jumlah pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan. Saat ini pabrik pembuat pakan khusus untuk Itik / Bebek masih jarang, sehingga umumnya peternak meramu sendiri yang terdiri atas pakan konsentrat buatan pabrik yang dicampur dengan bahan baku pakan lokal yang tersedia di daerah masing-masing (menir, dedak, jagung, keong mas, rucah dll).

Pola produksi telur Itik / Bebek pada umumnya sebagai berikut: mulai bertelur pada umur 5-6 bulan, bertelur (fase pertama) selama sekitar 6 bulan, lalu rontok bulu (istirahat bertelur) sekitar 2 bulan dan bertelur kembali untuk fase kedua sekitar 5 bulan. Oleh karena itu jumlah Itik / Bebek yang akan dipelihara per siklus dan jadwal pemasukan Itik / Bebek dara harus direncanakan dengan baik sehingga produksi telur Itik / Bebek berkesinambungan sesuai dengan permintaan konsumen. Kepadatan kandang, suhu lingkungan, jumlah tempat pakan, jumlah tempat air minum, kualitas dan kuantitas pakan harus disediakan sesuai dengan kebutuhan (umur ternak). Pencegahan terhadap penyakit harus dilakukan secara teratur. Untuk menjamin keamanan konsumen, penanganan telur dan proses produksi telur asin harus dilakukan dengan baik dan higienis.

Indonesia adalah negara ketiga penghasil produk Itik / Bebek setelah Cina dan Vietnam (WHO, 1999). Negara lainnya adalah Thailand, Bangladesh, Malaysia, Filipina dan alinnya. Sampai saat ini ekspor Itik / Bebek lokal atau telur asin masih belum ada, karena keragamannya masih tinggi dan kualitasnya masih belum memenuhi syarat ekspor. Pada umumnya peternak memasarkan hasil usahanya langsung ke konsumen atau ke pedagang pengumpul, yang kemudian akan disebarkan ke pedagang pengecer baru ke konsumen.

Seringkali harga telur ayam ras atau DOC ayam ras berfluktuasi tak menentu. Hal tersebut jarang bahkan dapat dinyatakan tidak terjadi pada produk-produk ternak local seperti pada ayam kampung dan Itik / Bebek. Harga telur Itik / Bebek maupun DOD dari tahun ke tahun meningkat.
Tingkat resiko beternak Itik / Bebek secara komersial tergantung pada manajemen yang dilakukan.

Beberapa persyaratan aspek teknis produksi yang perlu dipenuhi:

  1. Bibit : Bibit yang digunakan adalah hasil seleksi, yang dipelihara unggul dengan tingkat produksi minimal 70% pada siklus pertama (6 bulan) dan minimal 60% pada siklus kedua (5 bulan) dengan masa istirahat (rontok bulu) dua bulan.
  2. Pakan : mengingat biaya pakan mencapai 70% dari total biaya produksi, kandungan nutrisi pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan dan tidak banyak yang tercecer.
  3. Kepadatan Kandang dan Peralatannya : Itik / Bebek sebaiknya dipelihara sekitar 3 ekor per meter persegi dan dalam satu kelompok disarankan berkisar antara 50-100 ekor dewasa. Tempat pakan yang disediakan harus menjamin semua Itik / Bebek dapat makan bersama-sama sehingga keragaman pertumbuhan dan produksi telur rendah.
  4. Pencegahan Penyakit : Itik / Bebek yang dipelihara harus sehat, agar pertumbuhan dan tingkat produksinya maksimal.
  5. Mortalitas : Tingkat kematian dari umur sehari sampai diafkir maksimal 5%.
  6. Tenaga Kerja : Penggunaan tenaga kerja juga harus dibatasi agar ekonomis. Untuk pemeliharaan sebanyak 1000 ekor, penggunaan tenaga kerja maksimal adalah dua orang.
  7. Penanganan Telur : Penanganan produksi telur baik telur juga harus efisien, hati-hati dalam pengambilan, penyimpanan dan pengiriman dengan tingkat kerusakan maksimal 5%.

Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pengetahuan peternak mengenai teknologi budidaya, serta pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan pasca panen. Dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah dari Itik / Bebek tersebut.