Sumbawa Besar, Gaung NTB
Mahasiswa yang pernah tinggal di Asrama Mahasiswa Sumbawa di Mataram menyarankan pemerintah daerah mengambil alih pengelolaan asrama itu dari Ikatan Keluarga Sumbawa (IKS).
Sirajuddin SPd—alumni Asrama Sumbawa mengaku prihatin dengan kondisi asrama tersebut pasca terbakar sebanyak dua kali.
Dikatakannya, orang yang tinggal di asrama tersebut sudah tidak jelas kapasitasnya, apakah masih sebagai mahasiswa atau pelajar. Karenanya tidak jarang penghuni asrama terlibat bentrok dengan warga hingga berbuntut pembakaran beberapa bulan lalu.
“Kalau pemda berniat membangun kembali asrama ini, maka harus dilakukan revitalisasi penghuni dengan persyaratan yang ketat,” tandasnya.
Hal yang sama disampaikan Hafid Isnaini SE, mantan Ketua Asrama Sumbawa. “Pemerintah harus mengambil alih asrama untuk pengaturan pemanfaatannya,” kata Hafid.
Apakah asrama itu nanti dikelolah oleh pihak swasta, atau IKS kata Hafid, terserah kepada pemda asalkan diikuti dengan aturan main yang jelas.
“Bila perlu bupati mengeluarkan SK tentang siapa pengelola dan persyaratan mahasiswa yang tinggal. Jangan seperti sekarang, sembarang yang penting warga Sumbawa,” sebutnya.
Ia juga mengatakan perlu pemerintah daerah melakukan pengawasan secara rutin, baik pada penghuni maupun dalam pengelolannya. “Kalau manajemen pengelolaannya bagus, masalah dapat diminimalisir,” sebutnya.

Iklan