Manajemen Newmont Dianggap Bohong

Sekongkang, Gaung NTB
Warga Sekongkang, Kamis (8/9) kembali memblokir acces road PTNNT di kilo meter 8. Aksi pemblokiran untuk kedua kalinya itu merupakan buntut dari kekecewaan masyarakat setempat yang menilai manajement PTNNT telah berbohong dan tidak menepati janji untuk memberi kepastian tentang dua tuntutan mereka terkait rekrutmen tenaga kerja lokal.
Puluhan warga Sekongkang Atas, memulai aksi pemblokiran acces road sekitar pukul 15.45 wita kemarin. Sebelum menuju acces road, mereka berkumpul di lapangan desa setempat untuk menyamakan persepsi. Warga kecewa karena pertemuan dengan manajement PTNNT yang sedianya digelar pagi batal. Padahal dalam pertemuan sebelumnya 8 Agustus lalu, manajemen meminta waktu selama satu bulan kepada warga untuk membahas dan mengkaji dua tuntutan yang disampaikan, yakni membatalkan proses rekrutmen 235 orang naker lokal yang telah berlangsung dan mempekerjakan 213 orang warga Desa Sekongkang di PTNNT.
Warga menyatakan pihak manajemen sendiri yang minta waktu satu bulan untuk mengkaji dan memberi jawaban atas tuntutan mereka. “Tapi pertemuan hari ini di kantor camat batal dengan alasan Arif Perdanakusumah tidak berada di tempat. Padahal teman-teman kami yang bekerja di Newmont sering ketemu sama Arif dan kami pastikan dia ada di Batu Hijau,” sesal Nani Susanti, mewakili warga lainnya.
Karena itu, warga menyatakan tidak percaya alasan manajement PTNNT dan menolak rencana pertemuan yang akan digelar Selasa pekan depan yang digagas Camat Sekongkang.
Mereka mengaku yakin, PTNNT sengaja mengulur waktu dan dalam selang waktu beberapa hari sampai Selasa depan akan ada langkah-langkah tertentu yang diambil manajemen untuk membatalkan niat warga melakukan aksi.
“Sikap seperti ini bukan yang pertama. Kami sudah sering dibohongi dan dijanjikan manajemen Newmont. Pasti akan ada sesuatu yang dilakukan,” ujar warga lainnya.
Warga juga menuding manajemen PTNNT telah berbohong terkait status rekrutmen naker lokal. Menurut mereka pada pertemuan dengan warga ketika melakukan aksi di acces road awal Agustus lalu, pihak manajemen menyatakan rekrutmen dibatalkan.
Hal senada juga disampaikan dalam pertemuan dengan DPRD KSB pada 16 Agustus, dimana manajer Govrel, L Mahfi dan manajer HRD Edison Ali yang mewakili manajemen waktu itu, menyatakan rekrutmen dibatalkan. Tetapi belakangan sikap manajemen berubah dan menyatakan rekrutmen itu tidak batal.
Warga juga membantah aksi yang digelar satu pekan pada awal Agustus lalu bubar karena dibubarkan aparat keamanan. Tetapi bubar karena ada janji dari pihak manajemen bahwa mereka siap bernegosiasi dengan mereka.
“Kenyataannya sampai sekarang manajemen tidak punya itikad baik. Karena itu kami memutuskan akan kembali memblokir acces road PTNNT. Kebiasaan kalau sudah ada reaksi keras baru tuntutan masyarakat mau dipenuhi,” ujar massa.
Sementara itu, Camat Sekongkang, Sirajuddin yang dikonfirmasi terpisah, mengakui pertemuan Selasa pekan depan merupakan inisiatif dirinya dengan pertimbangan untuk efektifitas. Ia menjelaskan, pihak manajemen PTNNT sudah beritikad baik dan siap untuk bertemu dengan warga. Hanya saja, karena Arif Perdanakusumah, senior manager eksternal relation PTNNT sedang tidak berada ditempat, sehingga dikhawatirkan pertemuan tersebut sia-sia dan tidak akan menghasilkan keputusan apapun.
Pihak manajemen meminta waktu untuk bertemu pada hari Selasa (13/9) karena para pejabat terkait di PTNNT sudah berada di Batu Hijau.
“Pak Jarot (manajer Comrel) dan pak Makasau (Senior Manager HRD) siap hadir, tetapi mereka tidak bisa mengambil keputusan, kan sia-sia. Hari Selasa Pak Arif (senior manager eksternal relation) sudah ada, jadi saya minta pertemuan mundur hari selasa agar pertemuan itu ada hasilnya,” beber Sirajuddin didampingi Sekcam, Syarifuddin.
Camat menyatakan dirinya hanya menjadi fasilitator seperti yang dipercayakan oleh masyarakat sebagai penyambung lidah dengan pihak manajement.
Hal senada juga dikatakan manajer Comrel PTNNT, Syarafuddin Jarot. Dihubungi via telephon Jarot mengakui masih ada pejabat manajement PTNNT yang belum kembali ke Batu Hijau pasca mudik lebaran.
“Kami serahkan sepenuhnya ke pak camat untuk menentukan waktu. Prinsipnya kami siap untuk bertemu dengan warga Sekongkang,” ujar Jarot.
Tetapi Jarot tidak memberi kepastian ketika disinggung soal tuntutan warga Sekongkang untuk membatalkan rekrutmen yang sudah berjalan dan mempekerjakan 213 orang warga setempat. “Untuk mempekerjakan orang tentu pihak manajemen harus melakukan pengkajian,” katanya.
Aksi itu sendiri dijaga ketat puluhan personil Brimob dan anggota Polres KSB. Warga terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan termasuk anak-anak melengkapi diri dengan berbagai senjata tajam seperti bambu runcing, tombak, panah dan pedang. Aksi itu membuat arus lalu lintas dari dan menuju areal tambang PTNNT lumpuh total.
Belasan bus pengangkut karyawan, truk-truk besar dan mobil karyawan tertahan. Ribuan karyawan PTNNT yang baru pulang kerja terpaksa diturunkan di km 8. Mereka terpaksa berjalan kaki sejauh sekitar 1 km, melewati blokade yang dibuat warga. Sampai sekitar pukul 17.00 wita kemarin, aksi warga masih berlangsung. Upaya negosiasi dan himbauan dari aparat Kepolisian untuk meminta warga menghentikan aksi mereka karena tidak mengantongi ijin, belum membuahkan hasil.

Iklan